Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi Linux. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010


Ubuntu merupakan salah satu distro linux terkenal di dunia. Sistem operasi berbasis GNU ini hampir dioperasikan oleh sebagian pengguna sistem operasi linux. Ubuntu saat ini telah memasuki Versi 10.10 dengan codename nya Maverick Meerkat.Distro ini direlease pada tanggal 10 Oktober 2010 pukul 10 lewat 10 menit 10 detik oleh lembaga Canonical sebagai lembaga yang menaungi pengembangan dan pendistribusian sistem operasi open source gratis GNU/Linux.


Terdapat beberapa fitur baru dan hal lainnya yang ada di Ubuntu 10.10 (Desktop Edition):

Proses instalasiSaat memasukkan user memasukkan data/opsi seperti usename, setting waktu dan setting user lainnya dilakukan bersamaan (simultan) dengan persiapan instalasi system.


  • Tampilan slideshow yang lebih menarik dan informatif mengenai fitur dan aplikasi baru.
  • Ditawarkan opsi untuk sekaligus melakukan update saat instalasi, dan juga… nah ini yang menarik, yaitu opsi untuk instalasi beberapa multimedia codec yang diperlukan untuk membuka file multimedia seperti musik mp3 dan flash movie. Jadi kita tidak perlu install manual codec multimedia tersebut.
  • Proses booting Tidak ada yang baru, hanya sedikit lebih cepat.
  • Desktop dan Aplikasi
    • Penggunaan Ubuntu font sebagai font default OS Ubuntu.
    • Aplikasi Shotwell Photo Manager menggantikan F-Spot.
    • Tampilan dan fitur Indicator Applet lebih disempurnakan. terutama pada aplet sound/volume.
    • Versi terbaru Ubuntu Software Center 3.0.4 lebih menarik dengan adanya daftar Featured dan What’s New Applications sehingga lebih memudahkan kita memilih program yang ingin diinstall. Software Center ini juga sekarang telah menggantikan fungsi GDebi Package Installer untuk menangani paket aplikasi .deb dan juga link apt-url, sehingga apabila kita buka sebuah file .deb maka yang akan muncul adalah Software Center ini (contohnya klik link ini apt:gdebi). sumber : inimu.com


Bagi pemakai ataupun penggemar linux jenis ini dapat mendownload ubuntu 10.10 di link link berikut :

Selain dapat mendownload Ubuntu dekstop untuk PC distro ini juga menyediakan sistem operasi untuk netbook. Selamat Beroperasi dentan sistem Operasi Ubuntu 10.10

BlankOn Linux merupakan salah satu distro Linux yang berisikan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk keperluan desktop, laptop, dan work station. Dengan dipadukan oleh berbagai pernak–pernik khas Indonesia, distro ini sangat cocok digunakan untuk pengguna komputer di Indonesia.
BlankOn Linux dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) bersama Tim Pengembang BlankOn. Pengembangan BlankOn dilakukan secara terbuka dan gotong royong, sehingga siapa saja bisa turut berkontribusi untuk mengembangkan BlankOn agar menjadi lebih baik. BlankOn Linux juga bisa didapatkan oleh siapa saja tanpa perlu membayar untuk mengunduhnya. Bahkan, Anda bisa mendistribusikannya dan membagi-baginya secara bebas tan-
pa batas kepada siapa saja.


Pengembangan BlankOn bukan semata-mata ingin membuat distribusi Linux baru, namun lebih dimotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam kemampuan pengembangan perangkat lunak bebas/terbuka, yang pada hakikatnya merupakan salah ciri khas bangsa Indonesia yang memiliki semangat bergotong-royong. Tim pengembang BlankOn percaya bahwa bangsa Indonesia mampu dan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia dan oleh karena itu aktif mengundang siapa pun yang berminat dan memiliki semangat yang sama untuk bergabung dalam pengembangan BlankOn.

Asal nama BlankOn Linux
Nama BlankOn berasal dari nama penutup kepala beberapa suku/budaya yang ada di Indonesia, antara lain suku Jawa, suku Sunda, dan daerah lainnya. Dari asal kata tersebut, BlankOn diharapkan menjadi penutup atau pelindung dari ketergantungan dengan perangkat lunak tertutup. Selain itu, nama BlankOn juga bisa diartikan menjadi Blank (angka biner 0) dan On (angka biner 1). BlankOn diharapkan menjadikan orang yang belum sadar menjadi sadar bahwa Linux bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang Teknologi Informasi.

Sejarah BlankOn Linux
BlankOn Linux pertama kali dikembangkan oleh YPLI pada tahun 2004 dengan nama kode "Bianglala". Pada saat itu, BlankOn merupakan turunan dari distro Fedora Core 3. Namun, rilis BlankOn pada saat itu berakhir sampai versi 1.1 dan akhirnya mati suri. Beberapa tahun kemudian, yaitu pada tahun 2007, pengembangan BlankOn Linux mulai dibangkitkan kembali oleh YPLI. BlankOn Linux yang sebelumnya diturunkan dari Fedora Core kini diganti menjadi Ubuntu. BlankOn Linux di-rencanakan akan dirilis sesuai dengan siklus rilis Ubuntu, yaitu setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun. Setiap rilis BlankOn Linux akan diberi tema dan ciri khas yang berbeda sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia. Akhirnya, pada akhir tahun 2007, BlankOn Linux versi 2.0 dirilis dengan nama kode "Konde". Versi ini diturunkan dari Ubuntu versi 7.10. Kemudian, pada pertengahan tahun 2008, BlankOn Linux versi 3.0 dirilis dengan nama kode "Lontara". Versi yang berbasis Ubuntu 8.04 LTS ini menggunakan tema khas Sulawesi Selatan, terlihat dari pengunaan karya seni Kapal Pinisi pada gambar latar belakangnya. Anda juga dapat menulis aksara Lontara' yang merupakan aksara khas suku Bugis.
Pada bulan November 2008, BlankOn Linux 4.0 dirilis dengan nama kode "Meuligoe". Ciri khas yang digunakan pada versi ini adalah Aceh, dengan warna dominan hijau. Pada rilis berikutnya 5.0 menggunakan nama Nanggar dengan khas Batak, pada rilis ini lah Logo BlankOn diganti sehingga lebih modern. Rilis terakhir pada saat buku ini ditulis adalah BlankOn Linux 6.0, dengan nama kode "Ombilin". Versi ini tidak murni berbasis Ubuntu 10.04 dan mulai rilis ini BlankOn tidak lagi mengikuti budaya mutlak Ubuntu, sehingga sudah banyak program yang diambil dari pembuatnya langsung. Sejak versi 6.0 ini, siklus rilis dilonggarkan menjadi setahun sekali.


[Buku Panduan Ombilin]




Kata “Linux” saat ini semakin banyak didengar oleh pecinta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Saat ini, Linux telah menjadi salah satu Sistem Operasi yang mulai merambah ke berbagai bidang seperti bidang pendidikan dan pemerintahan. Hal ini disebabkan oleh Linux yang bersifat terbuka dan merdeka. Siapapun bisa mengembangkannya dan menggunakannya secara bebas.
Linux merupakan kernel atau dasar dari sistem operasi yang pertama kali di-tulis oleh seorang mahasiswa Finlandia bernama Linus Benedict Torvalds pada tahun 1991. Hasil karyanya dilisensikan secara bebas dan terbuka (Free Software) sehingga siapa saja boleh mengembangkannya.


Linux pada awalnya berkembang di lingkungan server, karena Linux sangat handal dalam hal kestabilan sistem. Namun, dengan semakin pesatnya dunia perangkat lunak terbuka, Linux kini juga merambah ke dunia desktop. Perkembangan sangat pesat ini tidak lepas dari peran para sukarelawan yang berjasa dalam menyumbangkan ide dan tenaganya untuk mengembangkan Linux.

Kelebihan Linux
Sebagai suatu sistem operasi, Linux secara umum memiliki berbagai kelebihan
dan kekurangan daripada sistem operasi lainnya. Berikut adalah kelebihan dari
Linux :
• Linux bisa didapatkan secara bebas tanpa perlu membayar lisensi. Anda
juga bisa mengunduh kode sumber Linux jika ingin melihatnya tanpa ada
batasan apapun.
  • Linux memiliki koleksi perangkat lunak tersendiri yang sangat lengkap untuk keperluan desktop, laptop dan server. Jika perangkat lunak yang tersedia terasa kurang, Anda dapat menambahkannya dengan mudah melalui repository yang tersedia.
  • Linux sangat stabil karena jarang sekali crash maupun hang. Anda juga tidak perlu bahkan tidak pernah melakukan restart jika melakukan konfigurasi sistem.

[panduan ombilin]


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!